Wisata Banyuwangi Selain Kawah Ijen yang Layak Disinggahi

Annas Sarkem
10 Min Read

Kalau mendengar Banyuwangi, banyak orang langsung teringat Kawah Ijen. Padahal, wisata Banyuwangi selain Kawah Ijen juga cukup beragam dan menarik untuk disinggahi. Ada hutan yang teduh, pantai untuk menikmati sore, sampai kawasan wisata laut yang menawarkan aktivitas lebih seru.

Karena itu, kalau sudah jauh-jauh datang ke ujung timur Pulau Jawa, rasanya sayang kalau perjalanan langsung selesai setelah turun dari Ijen.

Banyuwangi justru enak dijelajahi pelan-pelan.

Dalam satu perjalanan, suasananya bisa berubah dari pepohonan besar, laut terbuka, kawasan pesisir, lalu kembali ke area kota yang lebih santai.

Pilihan Wisata Banyuwangi Selain Kawah Ijen

Tidak perlu memasukkan terlalu banyak tempat sekaligus.

Kalau punya waktu terbatas, empat destinasi berikut sudah cukup untuk memberi gambaran bahwa Banyuwangi punya pengalaman yang lebih luas daripada sekadar Kawah Ijen.

1. De Djawatan untuk Suasana Hutan yang Teduh

De Djawatan punya kesan yang cukup berbeda dibanding sebagian besar destinasi wisata Banyuwangi.

Begitu masuk ke kawasan ini, perhatian biasanya langsung tertuju pada jajaran pohon trembesi besar dengan cabang yang melebar ke berbagai arah.

Suasananya rindang dan tenang.

Karena itu, tempat ini cocok untuk traveler yang ingin mengambil jeda dari perjalanan yang terlalu padat.

Tidak Harus Datang Hanya untuk Foto

Memang, De Djawatan terkenal sebagai tempat yang fotogenik.

Namun, sayang kalau datang hanya untuk mengambil beberapa foto lalu langsung pergi.

Lebih enak berjalan pelan di bawah pepohonan, mencari sudut yang sedikit lebih sepi, lalu menikmati suasananya beberapa saat.

Apalagi kalau sebelumnya baru melakukan perjalanan panjang atau bangun sangat pagi.

Destinasi seperti ini bisa menjadi selingan sebelum lanjut ke tempat lain yang lebih aktif.

Cocok Dimasukkan ke Perjalanan Siang

De Djawatan bisa ditempatkan pada pagi menjelang siang atau setelah sarapan.

Setelah puas berkeliling, perjalanan bisa dilanjutkan ke area lain.

Dengan begitu, dalam satu hari kamu mendapatkan dua karakter tempat yang berbeda tanpa harus terburu-buru.

2. Pulau Merah untuk Menikmati Sore

Kalau ingin menikmati suasana pantai, Pulau Merah masih menjadi salah satu nama yang menarik untuk dimasukkan ke rencana perjalanan.

Pantai ini punya ciri khas berupa bukit hijau yang terlihat dari area pesisir.

Saat sore mulai turun, pemandangannya terasa semakin menarik.

Karena itu, waktu yang paling enak untuk datang biasanya bukan ketika hari sudah hampir gelap.

Lebih baik tiba sedikit lebih awal supaya masih punya waktu berjalan di sekitar pantai.

Tidak Harus Selalu Mengejar Aktivitas

Ada traveler yang senang bermain air atau mencoba aktivitas pantai. Di sisi lain, ada juga yang justru lebih suka duduk santai sambil menunggu matahari turun.

Pulau Merah cukup fleksibel untuk dua tipe tersebut.

Kamu tidak harus membuat jadwal yang terlalu penuh.

Kadang, satu sore tanpa banyak agenda justru menjadi bagian liburan yang paling diingat.

Jangan Terlalu Banyak Mengisi Jadwal Sebelum ke Sini

Kalau Pulau Merah sudah menjadi tujuan sore, sebaiknya jangan memasukkan terlalu banyak destinasi sebelumnya.

Perjalanan yang terlalu padat bisa membuat kamu sampai dalam kondisi capek dan akhirnya hanya ingin pulang.

Lebih baik sisakan waktu.

Datang, jalan sebentar, cari makan atau minum, kemudian menikmati suasana sampai sore.

3. Bangsring Underwater untuk yang Ingin Aktivitas Laut

Bangsring Underwater menawarkan suasana yang berbeda lagi.

Kalau Pulau Merah lebih cocok untuk menikmati pantai dari daratan, Bangsring lebih menarik bagi traveler yang ingin mencoba aktivitas di laut.

Snorkeling menjadi salah satu kegiatan yang banyak dicari di kawasan ini.

Karena itu, destinasi ini cocok untuk traveler yang mulai bosan dengan pola datang ke pantai, foto, lalu pindah lagi ke pantai berikutnya.

Perjalanan Jadi Lebih Beragam

Bayangkan hari sebelumnya santai di hutan.

Besoknya justru masuk ke air dan melihat kehidupan bawah laut.

Pergantian aktivitas seperti ini membuat perjalanan tidak terasa monoton.

Selain itu, pengalaman snorkeling juga bisa menjadi kegiatan utama dalam satu hari.

Jadi, tidak perlu memaksakan terlalu banyak tempat setelahnya.

Tetap Perhatikan Cuaca dan Kondisi Laut

Untuk aktivitas laut, jadwal sebaiknya tidak dibuat terlalu kaku.

Cuaca bisa berubah.

Begitu juga kondisi air.

Karena itu, selalu sediakan sedikit ruang untuk menyesuaikan rencana.

Kalau memang sedang menyusun itinerary 3 hari, buat satu atau dua kegiatan yang bisa dipindahkan waktunya. Dengan begitu, perjalanan tidak langsung berantakan hanya karena satu aktivitas harus diubah.

4. Pantai Boom Marina untuk Sore yang Lebih Santai

Tidak semua tempat menarik di Banyuwangi harus berada jauh dari area kota.

Kalau ingin menikmati sore tanpa perjalanan terlalu panjang, Pantai Boom Marina bisa menjadi pilihan yang lebih ringan.

Suasananya berbeda dari Pulau Merah.

Boom Marina terasa lebih cocok untuk jalan santai, menikmati angin sore, atau mengisi waktu sebelum agenda berikutnya.

Cocok untuk Hari Pertama

Misalnya kamu baru tiba di Banyuwangi pada siang atau sore hari.

Rasanya tanggung kalau langsung pergi terlalu jauh.

Dalam kondisi seperti ini, Pantai Boom bisa menjadi pilihan.

Check-in terlebih dahulu, istirahat sebentar, kemudian keluar menjelang sore.

Jadwal hari pertama jadi tidak terlalu melelahkan.

Bisa Juga untuk Hari Terakhir

Sebaliknya, tempat ini juga cocok dimasukkan ke hari terakhir.

Kalau jadwal pulang masih malam, kamu masih punya waktu bersantai tanpa takut terlalu jauh dari pusat perjalanan.

Jadi, tidak semua hari harus diisi destinasi yang membutuhkan energi besar.

Jangan Memaksakan Semua Destinasi dalam Satu Hari

Empat tempat tadi memang terdengar menarik.

Namun, bukan berarti semuanya harus selesai dalam sehari.

Justru, perjalanan seperti itu biasanya membuat waktu lebih banyak habis di jalan.

De Djawatan punya suasana hutan.

Pulau Merah lebih cocok untuk menikmati pantai.

Bangsring menawarkan aktivitas laut.

Sementara itu, Boom Marina cocok untuk agenda yang lebih ringan.

Karena karakternya berbeda, lebih baik pilih berdasarkan tempo liburanmu.

Kalau Punya Tiga Hari, Atur Ritmenya

Untuk perjalanan singkat, pembagian waktunya bisa dibuat sederhana.

Hari pertama dipakai untuk tiba, check-in, lalu menikmati kawasan yang lebih dekat dengan kota.

Pada hari kedua, kamu bisa memilih rute darat seperti De Djawatan lalu menutup sore di Pulau Merah.

Sementara itu, hari ketiga bisa digunakan untuk Bangsring kalau kondisi cuaca mendukung.

Pola seperti ini tidak wajib diikuti mentah-mentah.

Namun, setidaknya perjalanan punya ritme.

Ada hari santai, ada hari yang lebih aktif, lalu ada ruang untuk menyesuaikan diri.

Sesuaikan dengan Budget Liburan

Jarak antardestinasi juga perlu diperhitungkan.

Semakin banyak berpindah lokasi, biaya transportasi bisa ikut bertambah.

Karena itu, kalau sedang menyusun budget liburan 3 hari, jangan hanya menghitung hotel dan makan.

Masukkan juga biaya kendaraan, bahan bakar, transportasi lokal, atau biaya aktivitas.

Kadang satu destinasi terlihat murah dari harga tiket masuknya, tetapi perjalanan menuju lokasi justru menjadi biaya yang lebih besar.

Dengan perhitungan seperti ini, itinerary terasa lebih realistis.

Pilih Tempat Berdasarkan Gaya Traveling

Tidak semua traveler harus mengunjungi tempat yang sama.

Kalau kamu suka suasana hijau dan tempat yang tenang, De Djawatan bisa menjadi prioritas.

Sementara itu, Pulau Merah lebih cocok untuk yang ingin menikmati pantai dan sore hari.

Kalau suka aktivitas air, Bangsring tentu lebih menarik.

Di sisi lain, Boom Marina pas untuk traveler yang ingin suasana santai tanpa harus pergi terlalu jauh.

Jadi, jangan memilih destinasi hanya karena sedang ramai di media sosial.

Pilih yang memang sesuai dengan cara kamu menikmati perjalanan.

Liburan Tidak Harus Penuh dari Pagi sampai Malam

Ada kebiasaan memasukkan terlalu banyak tempat karena merasa sudah jauh-jauh datang.

Padahal, semakin padat itinerary, semakin besar kemungkinan kita cuma mampir sebentar lalu buru-buru pergi.

Sesekali, coba sisakan satu sore tanpa target.

Duduk di pantai.

Mencari makanan lokal.

Jalan kaki di kawasan sekitar hotel.

Justru momen-momen seperti ini sering membuat perjalanan terasa lebih santai.

Banyuwangi Masih Punya Banyak Cerita di Luar Ijen

Kawah Ijen memang tetap menjadi salah satu ikon utama Banyuwangi.

Namun, perjalanan tidak harus berhenti di sana.

Pilihan wisata Banyuwangi selain Kawah Ijen menunjukkan bahwa daerah ini punya karakter yang cukup beragam.

Ada suasana hutan di De Djawatan, pantai di Pulau Merah, pengalaman laut di Bangsring, hingga sore santai di Boom Marina.

Jadi, kalau punya waktu lebih dari satu hari, tidak perlu terburu-buru pindah kota.

Bisa jadi, Banyuwangi sendiri masih punya cukup banyak alasan untuk membuatmu tinggal sedikit lebih lama.

Share This Article