Tiga Bandara Bersiap Sambut MotoGP Mandalika 2026

Annas Sarkem
6 Min Read

TripMoca mencatat perjalanan menuju Lombok diperkirakan meningkat tajam menjelang MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober. PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menyiapkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok bersama Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tiga simpul utama pergerakan penonton, kru, pembalap, serta logistik menuju kawasan Mandalika.

Persiapan tersebut menjadi penting karena periode balapan bukan hanya menghadirkan aktivitas di sirkuit. Ribuan pengunjung diperkirakan bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga kapasitas penerbangan, layanan bandara, transportasi lanjutan, hingga proses penukaran tiket menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Berdasarkan data InJourney yang diberitakan ANTARA, Bandara Zainuddin Abdul Madjid diproyeksikan melayani sekitar 98.670 pergerakan penumpang selama 5–15 Oktober 2026.

Arus Penumpang Diperkirakan Memuncak Setelah Balapan

Pergerakan penumpang mulai meningkat menjelang rangkaian utama MotoGP. Pada 9 Oktober, jumlah penumpang di Bandara Lombok diperkirakan mencapai sekitar 8.600 orang. Angka tersebut diproyeksikan sekitar 7.600 penumpang pada 10 Oktober dan 9.300 penumpang pada hari balapan, 11 Oktober.

Puncak yang lebih tinggi justru diperkirakan terjadi pada 12 Oktober atau sehari setelah rangkaian utama selesai, dengan sekitar 9.600 penumpang. Pola tersebut masuk akal karena sebagian besar penonton kemungkinan meninggalkan Lombok setelah menyelesaikan agenda balapan dan liburan mereka.

Secara keseluruhan, InJourney Airports memperkirakan terdapat 1.046 pergerakan penerbangan di Bandara Lombok pada periode 5–15 Oktober.

Maskapai juga menambah kapasitas untuk mengantisipasi permintaan. Hingga data 22 September, terdapat 66 penerbangan pendukung yang terdiri dari 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan charter, empat penerbangan menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar, serta tiga positioning flight.

Tambahan penerbangan tersebut memberi lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang belum mengamankan jadwal perjalanan. Meski demikian, kepadatan pada tanggal menjelang dan setelah balapan tetap perlu diperhitungkan, terutama bagi pengunjung yang memiliki jadwal transit atau perjalanan lanjutan.

Bali dan Jakarta Jadi Hub Menuju Lombok

Bandara Lombok menjadi pintu gerbang utama karena lokasinya paling dekat dengan Mandalika. Namun, konektivitas dari Bali dan Jakarta ikut memegang peranan penting.

Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat menjadi titik transit bagi wisatawan yang menggabungkan perjalanan Bali dan Lombok. Sementara Soekarno-Hatta berfungsi sebagai hub utama bagi penumpang dari berbagai kota domestik maupun penerbangan internasional sebelum melanjutkan perjalanan menuju Nusa Tenggara Barat.

Strategi menggunakan beberapa bandara pendukung juga membantu mengurangi ketergantungan pada satu jalur perjalanan. Wisatawan memiliki kesempatan menyesuaikan penerbangan berdasarkan ketersediaan kursi, harga, waktu keberangkatan, dan agenda liburan.

Bandara Lombok juga menyiapkan layanan untuk penerbangan kargo yang membawa motor, perlengkapan tim, serta berbagai kebutuhan teknis MotoGP. Artinya, peningkatan aktivitas bandara bukan hanya berasal dari penumpang reguler.

Penonton Diminta Menukar Tiket Lebih Awal

Persiapan perjalanan tidak berhenti setelah wisatawan tiba di Lombok. Penonton MotoGP juga perlu memperhatikan mekanisme penukaran e-ticket menjadi tiket fisik atau spectator wristband.

Penyelenggara menyediakan beberapa titik penukaran, antara lain Bazaar Mandalika, Eks Bandara Selaparang, dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Layanan di Bandara Lombok tersedia pada 5–9 Oktober 2026 pukul 10.00–19.00 WITA untuk kategori Grandstand dan Festival. Eks Bandara Selaparang melayani penukaran pada 3–7 Oktober, sedangkan Bazaar Mandalika memiliki periode pelayanan yang lebih panjang.

Pemegang tiket harus membawa identitas asli berupa KTP, SIM, atau paspor bersama e-ticket. Penukaran dapat diwakilkan dengan persyaratan tambahan berupa cetakan e-ticket, fotokopi identitas pemilik, surat kuasa bermeterai, dan identitas asli pihak yang mewakili.

Penonton disarankan tidak menunggu race weekend untuk melakukan proses tersebut. Penukaran lebih awal dapat mengurangi risiko antrean sekaligus memberikan waktu lebih longgar untuk mengatur transportasi ke sirkuit.

MotoGP Makin Terhubung dengan Wisata Lombok

MotoGP Mandalika kini semakin erat dengan konsep sports tourism. Wisatawan datang untuk menyaksikan balapan, tetapi perjalanannya dapat berkembang menjadi kunjungan ke pantai, kawasan Mandalika, desa wisata, tempat makan lokal, hingga destinasi lain di Lombok.

Kementerian Pariwisata juga menempatkan wisata olahraga sebagai salah satu bagian pengembangan sektor pariwisata nasional. Dalam laporan Kemenpar, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Pemerintah menilai event olahraga internasional dapat menjadi pengungkit destinasi, tetapi juga menghadapi tantangan berupa kapasitas akomodasi, infrastruktur, kualitas layanan, hingga kemampuan menjaga kunjungan setelah acara berakhir.

Bagi wisatawan yang akan datang pada edisi 2026, lonjakan penerbangan menjadi sinyal untuk menyusun perjalanan lebih awal. Tiket pesawat, penginapan, transportasi lokal, dan jadwal penukaran tiket sebaiknya tidak disiapkan pada menit terakhir.

Periode 9–12 Oktober diperkirakan menjadi waktu tersibuk. Wisatawan yang memiliki fleksibilitas dapat mempertimbangkan tiba beberapa hari sebelum balapan atau pulang setelah arus utama penonton mulai berkurang.

MotoGP Mandalika akhirnya bukan hanya tiga hari pertandingan di lintasan. Pergerakan hampir 99 ribu penumpang yang diproyeksikan melalui Bandara Lombok menunjukkan skala perjalanan yang tercipta ketika olahraga internasional bertemu dengan daya tarik wisata sebuah destinasi.

Share This Article