Pariwisata NTT Mulai Pulih Pascagempa Flores

Annas Sarkem
7 Min Read

Pariwisata NTT Mulai Pulih Pascagempa Flores, Sejumlah Destinasi Kembali Dibuka

tripmoca – Sektor pariwisata NTT pascagempa Flores mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Sejumlah destinasi wisata kembali menerima pengunjung, akses penerbangan mulai berjalan normal, sementara pemerintah dan pelaku industri pariwisata terus memeriksa keamanan fasilitas sebelum aktivitas wisata kembali berlangsung secara penuh. Kondisi ini memberi harapan bagi industri perjalanan di Flores yang sempat terdampak gempa bermagnitudo 7,7 pada pertengahan Agustus 2026.

Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Timur mendorong pemulihan pariwisata melalui tiga unsur utama atau konsep 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Ketiga unsur tersebut perlu kembali berfungsi dengan baik agar wisatawan dapat berkunjung dengan nyaman dan pelaku usaha mulai menjalankan aktivitas secara normal.

Berdasarkan laporan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPO-LBF) per 24 Agustus 2026, tujuh daya tarik wisata sudah kembali dibuka. Namun, 11 destinasi masih tutup sementara. Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan berlangsung bertahap dan setiap lokasi memiliki kondisi yang berbeda.

Tujuh Destinasi Wisata Sudah Kembali Dibuka

Kembalinya tujuh destinasi menjadi sinyal positif bagi industri wisata Flores. Meski demikian, wisatawan sebaiknya tidak menganggap seluruh kawasan sudah kembali dalam kondisi normal.

Laporan BPO-LBF juga mencatat tujuh daya tarik wisata mengalami kerusakan ringan dan dua lainnya mengalami kerusakan berat. Karena itu, otoritas masih perlu menjalankan asesmen sebelum membuka lokasi yang terdampak.

ASITA NTT meminta pemerintah memastikan keamanan setiap destinasi terlebih dahulu. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada objek wisata, tetapi juga bangunan pendukung, jalan, hotel, restoran, hingga fasilitas yang digunakan wisatawan selama berkunjung.

Langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan. Informasi mengenai sebuah destinasi yang sudah kembali beroperasi harus memiliki dasar yang jelas agar pengunjung tidak menghadapi risiko yang sebenarnya masih bisa dihindari.

Hotel dan Restoran di Flores Juga Mulai Berbenah

Gempa Flores tidak hanya berdampak pada tempat wisata. Infrastruktur pendukung pariwisata juga mengalami kerusakan.

Data BPO-LBF mencatat sebanyak 54 hotel, restoran, dan kafe terdampak gempa. Tujuh unit mengalami kerusakan ringan, sedangkan 47 lainnya masuk kategori rusak berat berdasarkan laporan kondisi sektor pariwisata per 24 Agustus.

ASITA NTT berencana melakukan pengecekan langsung terhadap destinasi, hotel, serta restoran untuk melihat kesiapan setiap fasilitas dalam menerima wisatawan kembali. Organisasi tersebut juga menggalang bantuan sejak 17 hingga 31 Agustus untuk masyarakat terdampak gempa.

Pemulihan fasilitas penginapan dan restoran memiliki peran besar karena wisata Flores tidak hanya bergantung pada keindahan alam. Wisatawan membutuhkan akomodasi yang aman, layanan makanan, transportasi, dan fasilitas pendukung lain selama perjalanan.

Karena itu, pemulihan pariwisata tidak cukup hanya dengan membuka kembali objek wisata.

Enam Bandara Flores Sudah Beroperasi Normal

Kabar positif lainnya datang dari sektor transportasi udara. BPO-LBF mencatat enam bandara di Flores sudah kembali dibuka dan beroperasi normal. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pemulihan aksesibilitas setelah gempa.

Selain penerbangan, akses darat juga berangsur pulih. Jalur Trans Flores Ende–Bajawa sebelumnya sempat tertutup material longsor akibat gempa. Material tanah dan bebatuan bahkan menutup seluruh badan jalan pada salah satu titik.

Petugas kemudian membersihkan jalur secara bertahap hingga kendaraan roda empat dapat kembali melintas. BNPB melaporkan pada 20 Agustus bahwa seluruh badan jalan sudah terbuka, meskipun penanganan sisa material di sekitar lereng masih berlangsung dan pengguna jalan tetap perlu berhati-hati.

Pulihnya akses transportasi sangat penting bagi Flores karena banyak destinasi berada di wilayah yang saling berjauhan. Wisatawan sering mengandalkan kombinasi penerbangan dan perjalanan darat untuk menjelajahi beberapa kota dalam satu perjalanan.

Labuan Bajo Tetap Menjadi Salah Satu Pintu Utama Wisata NTT

Labuan Bajo tetap memegang peran penting dalam proses pemulihan pariwisata NTT. Kementerian Pariwisata menyatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan wisatawan.

Kemenpar bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan terus memantau kondisi destinasi setelah gempa. Pemerintah juga sebelumnya menyampaikan bahwa aktivitas pariwisata Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo berangsur kembali normal.

Kondisi ini penting mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu gerbang utama bagi wisatawan domestik maupun internasional yang ingin menjelajahi Flores dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Namun, wisatawan tetap perlu mengecek informasi terbaru sebelum berangkat karena kondisi satu daerah belum tentu sama dengan daerah lainnya.

Wisatawan Perlu Mengecek Kondisi Destinasi Sebelum Berangkat

Bagi traveler yang memiliki rencana menuju Flores dalam waktu dekat, pembukaan beberapa destinasi bukan berarti semua rute perjalanan sudah bisa berjalan seperti sebelum gempa.

Wisatawan sebaiknya memeriksa status destinasi, kondisi akomodasi, jalur transportasi, penerbangan, serta informasi dari pemerintah daerah atau pengelola wisata sebelum melakukan perjalanan.

Untuk perjalanan dengan itinerary lintas kota seperti Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, Ende hingga Maumere, kondisi jalan menjadi faktor yang sangat penting. Beberapa daerah dapat kembali normal lebih cepat dibandingkan wilayah lain.

Traveler juga sebaiknya tetap mengikuti informasi gempa susulan dan arahan dari otoritas kebencanaan. BNPB masih mengingatkan adanya risiko runtuhan material di sejumlah area setelah gempa, khususnya pada jalur yang sebelumnya terdampak longsor.

Pemulihan Pariwisata NTT Dilakukan Secara Bertahap

Pemulihan sektor wisata Flores membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, pengelola destinasi, hotel, restoran, agen perjalanan, hingga pelaku transportasi.

ASITA NTT menilai pemerintah perlu memberikan informasi resmi mengenai destinasi yang sudah aman sehingga pelaku perjalanan dapat kembali mempromosikan Flores dengan informasi yang valid. Strategi tersebut akan membantu mengembalikan kepercayaan wisatawan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Dengan tujuh destinasi yang kembali dibuka, enam bandara beroperasi normal, dan sejumlah akses darat mulai pulih, kondisi pariwisata Flores perlahan bergerak menuju normal.

Namun, proses pemulihan masih berlangsung dan beberapa destinasi tetap memerlukan perbaikan.

Bagi wisatawan, Flores belum kehilangan daya tariknya. Keindahan alam, budaya, dan berbagai destinasi ikonik tetap menunggu untuk dikunjungi. Hanya saja, dalam periode pariwisata NTT pascagempa ini, traveler perlu merencanakan perjalanan dengan lebih teliti, mengikuti informasi resmi, dan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Share This Article